Jumat, 11 Juli 2014

[RekreasiTrip] Karimun Jawa yang -amat sangat- mempesona



Tuhan cinta backpacker. Gw dan banyak pembawa tas punggung lainnya percaya itu, bahwa Tuhan selalu cinta pada mereka yang menempuh perjalanan, dan bahwa para penyusur bumi ini banyak dinaungi keberuntungan.

Sebagai backpacker pemula nan amatir, gw punya banyak cerita-cerita kecil yang menurut gw menakjubkan, yang pasti ga gw dapat jika misalnya gw menghabiskan hari libur gw dengan menonton tivi seharian. Bro, menonton tivi terlalu lama itu menghapus keberuntungan-keberuntungan kita untuk mendapati keajaiban-keajaiban kecil diluar sana.Percaya sama gw. (cukup percaya loh ya..jangan beriman)

Pagi itu 26 Mei 2014 gw menikmati banget moment saat berada di kapal kapal nelayan, terayun-ayun ombak sambil memandangi pulau-pulau kecil berpasir putih yang betebaran disekitar laut Karimunjawa. Perahu kecil kami melaju pelan menembus perairan jernih menuju spot snorkeling pertama di hari itu. Kejernihan laut memancar dari wajah kami. Ada ketenangan dan kesegaran luar biasa yang gw dapatkan disana, diatas perahu kecil itu. Namun hal berbeda gw rasakan saat naik kapal cepat Bahari, tak ada kenikmatan rasanya. Kalian pasti setuju sama gw dalam hal ini. Di negeri ini setiap menggunakan fasilitas angkutan massal saya seringkali merasa berada ditempat penampungan bencana. Pelayanan buruk ditambah fasilitas seadanya.

Disini, hujanpun jadi enak dan enak banget..

Sesi yang menjadi salah satu favorit gw adalah saat berenang bareng hiu di kolam penangkaran ga jauh dari dermaga nelayan. Gw jadi ingat betapa gw gugup sekali saat pertama kali turun ke kolam dengan hanya berbekal alat snorkel dan kacamata google saja. Apalagi hiu hitam dan hiu putih yang ada di kolam tersebut lumayan banyak. Gw gugup bukan tanpa alasan, melainkan karena sebuah fakta, bahwa hiu ini jelas LEBIH MAHIR berenang dari gw, dan dia punya rahang dan gigi yang LEBIH TAJAM dari gigi gw.

Berdekatan dengan sesuatu yg kita anggap lebih hebat atau lebih mahir memang memungkinkan kita untuk menjadi gugup. Bro, sebuah persepsi yang dibangun tanpa data dan fakta akurat adalah jalan lapang menuju kesesatan. Hanya dengan melihat rahang yang kuat dan gaya berenang yang lincah telah membuat gw siidzon alias berprasangka buruk terhadap hiu ini. Dalam batas persepsi, gw udah melakukan kejahatan pada si hiu yg bahkan barangkali tak pernah terlintas dalam benaknya untuk menggigit gw yang  hampir ga punya lemak ini dan berdaging dikit ini.


Beneran, dulu pada waktu pertama masuk kolam itu gw masih mengira bahwa hiu-hiu disitu adalah hiu pemakan plankton seperti yang biasa dimakan hiu tutul. Tapi gw bengong ketika orang-orang dipinggir kolam melemparkan daging ikan segar yang disambut oleh para hiu dengan ganas (dulu ada atraksi memberi makan hiu), mereka berebut makan daging ikan, lalu setelah ikan habis mereka berenang berputar-putar sambil memperlihatkan siripnya di permukaan air.


Gw rasa hiu itu sedang mengirimkan pesan bahwa mereka adalah predator terkuat dikolam itu. Pesan yang gw terima dan gw mengerti dengan jelas, dan gw buru buru mastiin memastikan bahwa tak ada bagian tubuh saya yang sedang terluka, karena seperti hiu pada umumnya mereka sensitif pada darah. Melihat ganasnya ikan-ikan hiu itu dalam berebut potongan daging ikan sebenarnya gw ingin segera naik ke atas kolam, namun satu pemahaman random di otak gw membuat nyali gw sedikit menguat: adalah berdasarkan ilmu yang gw pelajari di kampus, bahwa gw adalah makhluk dengan struktur mata berada didepan.

Bro, jadi gini. Secara umum makhluk yang mempunyai mata menghadap kedepan adalah makhluk yang ditakdirkan sebagai pemburu. Harimau misalnya, mereka mempunyai mata menghadap kedepan agar bisa fokus memburu makanan, mereka ga butuh mata yang bisa melihat kearah samping atau belakang karena mereka adalah pemburu, yang tak perlu takut akan diterkam oleh rusa atau kelinci dari belakang. Dan seperti yang lo tau dari kecil, manusia juga adalah makhluk dengan mata menghadap kedepan, manusia adalah sebaik-baik pemburu. Masalah apakah manusia akan menjadi pemburu yang serakah atau bijak itu adalah pilihan, selalu sebuah pilihan.

Berenang bersama hiu hanyalah sedikit hal yang bisa kita nikmati dikarimunjawa, itu adalah semacam sambal yang membuat liburan menjadi lebih menggigit. Menu lain yang bisa kita nikmati adalah terumbu karang nan cantik dan jaim. Kabar baiknya kawan, seperdelapan dari seluruh populasi terumbu karang dunia ada di Indonesia. Itu artinya adalah bahwa lautan kita merupakan kebun terumbu karang terbesar didunia. Mari berteriak hore!!

Dikarimunjawa, dengan duapuluh tujuh pulau dan perairan dangkalnya yang jernih kita bisa menghabiskan waktu seharian dengan snorkeling ke berbagai spot yang menakjubkan. Menikmati keragaman terumbu karang yang bertebaran dimana-mana sambil sesekali menggoda ikan-ikan kecil yang berenang-renang lincah. Bahkan dikerubungi oleh ikan yang cantik cantiuk secantik Chelsea Islan ketika kita memberinya makan. Dan ini menurut gw adalah salah satu surga dunia yang Allah berikan . Priceless!!!





Namun gw juga harus menyampaikan sebuah kabar buruk, sejak tahun 1998 pemanasan global yang mulai melanda perairan tropis telah menyebabkan pemutihan karang (coral bleaching) yang membunuh sebagian besar terumbu karang. Angka kematian terumbu yang disampaikan penggiat lingkungan hidup bahkan mencapai 90 persen. Maka terumbu karang di karimunjawa ini adalah sebagian kecil dari populasi terumbu karang dunia yang masih bisa bertahan hidup hingga saat ini.

Terumbu karang yang tersusun dari koloni ribuan hewan kecil yang disebut polip ini sangat sensitif dengan adanya perubahan ekosistem. Mereka rata-rata hanya bisa bertahan hidup pada suhu 20-32 derajad celcius, kenaikan suhu dua hingga empat derajad diatas itu sudah cukup untuk membunuh mereka. Dan lo tau Bro, saking sensitifnya terumbu karang ini bahkan satu sentuhan manusia saja bisa membunuhnya. Lain kali saat berfoto bawah air gw akan berusaha untuk ga nyentuh si terumbu karang ini. Gw ga lagi mau terlibat dalam kematian-kematian mereka. Kadang kurangnya pengetahuan tanpa kita sadari telah menjadikan kita pembunuh, entah itu terumbu entah itu kehidupan lain.


Take nothing, but picture..leave nothing, but bubble..


Seperti yang gw tulis di awal, bahwa para backpacker dinaungi banyak keberuntungan. Selama kurang lebih dua hari menikmati sudut-sudut laut dan jelajah darat karimunjawa kami dimanjakan oleh kuliner laut dan masakan di sela sela snorkling. Pagi-pagi bahkan sebelum kami bangun di homestay telah disiapkan teh manis hangat dan sarapan dengan berbagai menu, mulai soup hingga sambel khas karimun yang pedesnya kurang ajar banget!!

Pada siang hari, disela-sela snorkeling kami disuguhi makan siang berupa berbagai jenis ikan laut segar yang dibakar dengan bumbu kecap buatan homestay yang nikmatnya beuuhh. Bahkan ketika sudah dibuat di dua mangkok pun masih ada yang ga kebagian. Jika berada disana kalian akan takjub melihat cara kami makan, semua makan dengan kecepatan turbo dan porsi jumbo. Terlebih lagi TL kita om Reno yang selalu setia membuat kerusuhan, betapa mengerikan cara dia makan siang. Takkan kalian temukan orang yang makan dengan porsi malu-malu seperti cewek-cewek yang sedang kencan pertama di cafe-cafe.

Kesan pertama begitu menggoda..

Oh, maaf ada. Si Emma makan dengan porsi kecil, hanya nasi putih lauk mie dan tempe. Orang yang gasuka seafood yang berada di tengah laut kadang memang terlihat menyedihkan. Hey, hanya terlihat bro, bukan benar-menyedihkan. Gw yakin Emma bahagia saat makan berlauk tempe, karena tempe karimun memang lezat sekali. Pada waktu pertama kali disajikan saja tempe gorengnya langsung habis, Lagi lagi om Reno ngembat tempe dan langsung dibawa lari, mirip kayak tenyom di Ujung Kulon yang suka mengambil makanan dan lari. Ada satu lagi menu favorit kami yang disajikan disana, yaitu es kelapa tua muda yang selalu tersedia setiap kami selesai snorkeling. And Adi is our coconut master.

Pari, kakaktua, bawal, pisangan... *glek* *gakuatlanjutin*



kerok terus bro!!

Tapi bercengkrama sambil  hangat di antara dinginnya hembusan angin malam di dermaga Karimunjawa sambil menatap jutaan bintang yang cerah ditengah gelapnya malam itu sesuatu yang gabisa sering lo dapatkan, apalagi di tengah kota metropolitan yang segalanya terasa terburu buru ini. Rasi bintang yang bertebarandi langit malam dipadu dengan sepoi sepoi angin laut dipadu awan yang sesekali muncul membentuk beberapa bentuk yang harus kita tebak itu ...... *speechless*.

Look at the stars,
Look how they shine for you,
And everything you do,
Yeah, they were all yellow.


Ah, indahnya karimunjawa.

Belum lagi para peserta yang tampak tidak canggung bercanda dan saling meledek walau baru kenal. Memang senyum dan tawa itu adalah bahasa universal yang bisa menyatukan berbagai ras, suku dan agama. Ga lupa ada kisah perjuangan Moi alias Mul yang tanpa henti menembakkan panah asmaranya ke Mayang walau banyakan melesetnya dan cerita romantis Dimas-Aca di gelapnya dermaga bermandikan cahaya bintang. Sesuai motto Rekreasi Trip selaku penyelenggara trip ini, Not only trip, we offer you relationship


Ayo terus berjalan kawan, menyusuri bumi dan menemukan keajaiban-keajaiban kecilnya, karena Tuhan menunjukkan banyak keindahan yang tak Ia tunjukkan pada mereka yang menghabiskan umurnya didapur dan tempat tidur.

NB : Ditengah  terjangan berbagai kabar buruk di negeri ini, gw sangat ingin memberikan sebuah cerita tentang indahnya negeri kita, cerita yang bisa membuat kalian (minimal) iri dan tersenyum. Cerita yang bisa membuat kita berkata : aku cinta Indonesia.. :)

We cannot choose how we die, but we can choose how we live..


Rabu, 19 Maret 2014

Tahura + Monju + Cisangkuy + Pasteur + Jakarta = Rp.0,-

Selamat pagi Bandung!!

Kalian tau ikan salmon ga? Ituloh ikan yang sering ada di sushi yang tiap taunnya kembali ke hulu sungai menantang arus hanya untuk bertelur. Ikan Salmon akan lebih enak untuk dinikmati jika masih dalam keadaan hidup saat hendak diolah untuk disajikan, dibandingkan dengan ikan Salmon yg sudah diawetkan dengan es.

Itu sebabnya, nelayan Jepang selalu memasukkan Salmon tangkapannya ke suatu kolam buatan agar dalam perjalanan menuju daratan Salmon tersebut tetap hidup. Meski telah berusaha, pada kenyataannya banyak Salmon yang mati.

Bagaimana cara mereka menyiasatinya ?

Nelayan itu kemudian memasukkan seekor Hiu Kecil dikolam tersebut. Dan Ajaib ! Hiu kecil tersebut "memaksa" Salmon2 itu terus bergerak agar jangan sampai dimangsa. Akibatnya jumlah Salmon yg mati justru menjadi sangat sedikit !.

"Diam" membuat kita mati !

"Bergerak" membuat kita hidup !

Apa yg membuat kita diam ?

Saat tidak ada masalah dalam hidup & saat kita berada dalam zona nyaman. Situasi seperti itu kerap membuat kita terlena, begitu terlenanya sehingga kita tdk sadar bahwa kita telah mati !

Ironis bukan ?

Apa yg membuat kita bergerak ?

Masalah..Tekanan Hidup..dan Tekanan Kerja.

Saat masalah datang secara otomatis naluri kita membuat kita bergerak aktif dan berusaha mengatasi semua pergumulan hidup itu. Tidak hanya itu, kita menjadi kreatif dan potensi diri kitapun menjadi berkembang luar biasa.Ingatlah bahwa kita akan bisa belajar banyak dalam hidup ini bukan pada saat keadaan nyaman, tapi justru pada saat kita menghadapi badai hidup.

Itu sebabnya syukurilah "Hiu-Kecil" yang terus memaksa kita untuk bergerak dan tetap survive! Masalah hidup adalah baik, karena itulah yang membuat kita terus bergerak. Mungkin Hiu Kecil itu bisa berbentuk siapa dan apa saja dalam hidup kita.
 
 Dan buat gw, hiu kecil itu berbentuk sebuah petualangan..

Udara dingin yang menusuk hingga tulang membuat gw terbangun dari tidur. Ya, udara kota lautan asmara ini memang sedang dingin dinginnya saat musim hujan. Tapi hal itu tidak menghalangi gw untuk mandi dan bersiap menuju Tahura.



Apaan tuh Tahura?? Tahura adalah singkatan dari TAman HUtan RAya yang terletak di Dago Pakar Bandung. Disana gw mau jalan jalan menikmati udara segar dan melihat even lari yang diadakan oleh penyelenggara even lari. Plus memberi semangat kepada Paja yang ikut sebagai salah satu peserta.


Lagi lagi gw dianterin oleh Yudis menuju Tahura. Lumayan gratis lagi. Disana Yudis pami karena ada job yang menantinya. Jadilah gw, Selly dan Ejie yang maen di Tahura. Biaya masuk Tahura cuma 5ribu dan kamu bisa menikmati semua yang ada di dalamnya seperti roti gua jepang, gua belanda, prasasti thailand dan segarnya udara hutan.




Di deket pintu masuk terdapat peta lengkap posisi tempat tempat wisata disini. Wow ternyata ni hutan luaass betul. Objek pertama yang akan kita temui adalah prasasti Thailand. Entah gimana ceritanya kok bisa ada prasasti Thailand disini.


Dari kejauhan sayup sayup terdengar suara pengumuman peserta, kita penasaran ada apa sih? Setelah mengikuti arah suara ternyata even lari itu telah mencapai babak akhir. Sang MC membacakan peserta yang sedang berlari mendekati finish.

Semenit, 10 menit,15 menit sampe 30 Paja kok ga muncul muncul ya? Bosen nunggu si Paja ga muncul muncul kita lanjut jalan aja menuju goa Jepang yuk. Biar seru jalannya melawan arus jalur lari aja. Siapa tau ketemu Paja. Dan akhirnya bener, kita ngeliat Paja dari arah berlawanan. Niatnya sih mau poto dulu tapi karena Paja sedang lomba ya kamera jadi tetap berada di tas gw.





Tujuan berikutnya adalah goa jepang. Disini gw ga brani masuk karena sebelumnya udah nonton acara dunia lain yang menjelaskan makhluk apa aja yang ngendok disini. So, kita bertiga gada yang masuk ke dalem

Perjalanan dilanjutkan dan kita masih bertemu para pelari yang beragam, mulai dari oma oma, bapak bapak, anak anak dan mbak mbak keceh *ehem*. Kita terus berjalan sampai di goa belanda. Ga jauh beda sama goa jepang tadi, kita bertiga ga ada yang masuk. Tapi kayaknya Selly pengen banget masuk. Maap ya Sel.

jalur lari



Puas jalan jalan di Tahura, saatnya pergi dari sini dan menuju kolam renang di UPI untuk latihan freedive bersama teman teman bandung freedive. Eits tentu saja harus numpang dan gratisan. Gw dapet tebengan dari Selly sedangkan Ejie dapet tebengan dari kang Woto yang mau pulang ke rumahnya di Cilenyi dan mau muter 'dikit' buat anter kita. Uuyeeee..you rock kang!!!


4 jempol buat kang Woto

 Buat yang mau tau ngapain kita ke UPI?? KArena kita mau latian freedive sama tim Bandung FreeDive yang latihan rutin tiap minggu di kolam renang UPI. Ejie sih udah biasa jadi kenal, lag gw masih malu malu jadinya banyakan poto poto daripada renangnya.

sinkronisasi klo ga salah..keren parah nih!!

Duck dive..nyelem gaya bebek


Dari sini gw dan Selly misah dari Ejie. Kita ke Monju sedangkan Ejie tetep berenang. Di Monju gada acara lain selain poto poto dan poto. Spotnya ajib sih. Ga lupa jalan sedikit untuk menikmati segelas yoghurt Cisangkuy.



Hormaaat..grak!!

The legend never end..

Ga terasa udah malem aja. Gw dan Ejie janjian di pom bensin sebelum tol pasteur. Kabar baiknya adalah banyak mobil buat ditebengin ke Jakarta. Kabar buruknya adalah tulisan NUMPANG ternyata basah dan rusak. Jadilah kita minta kerdus di toserba pom bensin dan membuat tulisan NUMPANG darurat.


 So, we are ready to go home!!! Saatny mejeng di depan pom bensin dan berharap sedikit keberuntungan. Dan Allah mendengar doa kita. Ga sampe 15 menit mejeng ada mobil avanza silver ngasih sen dan mengklakson kita. Gapake lama, negoisasi dimulai. Ternyata dia mau puang ke menteng dan bersedia ngasih tumpangan sampe pancoran.

Namanya pak Karyadi, beliau kerja di pemda Sumsel yang tinggal di daerah Antapani. Mobilnya avanza silver D 909 OI. Tiap jumat malam dia pulang ke Bandung karena istri dan anaknya tinggal disitu. Sedangklan di Jakarta dia tinggal di mess kantor.


Dari ceritanya, dulunya doi seorang penjual baju di Tanah abang dan hidupnya berubah ketika lolos tes CPNS dan diangkat menjadi staff pemda Sumsel karena doi asli Makassar. Gw denger ceritanya sampe situ karena ga lama gw dah terlelap dan bangun bangun udah di Cawang. Saatnya bersiap untuk turun. Makasih ya pak!!

Jika lo berpikir disini petualangan kita berenti. Lo salah besar!! Disini segala lelah menghilang, berganti dengan debar yang menggelegar di dalam dada. Sepintas tanya berkelebat. Bisa ga ya kita numpang di ibukota?? Akhirnya demi memuaskan dahaga rasa kita memutuskan hitchhiking lagi. Pelajaran yang kita dapet adalah ternyata orang di ibukota lebih ga mudah percaya dengan sesama. Selama sejam kita mejeng orang orang yang lewat cuma ngeliatin dan senyum senyum.  Entah mereka bahagia, entah mereka iba.

Ada seorang pengendara motor berhenti dan ngasih kita duit. Katanya dia gabisa kasih tumpangan tapi ikhlas lillahi ta'ala ngebantu kita. Ejie sih gamau nrima, tapi gw selalu nerima rejeki kok.

Lumayaann..

Sejam mejeng akhirnya ada taxi Express berkode DJ 7168 dengan supir pak Suwadi. Katanya sih dia dah 3x lewat situ dan ngeliat kita masih ada jadi beliau kasian dan ngangkut kita sampe kp.rambutan gratis tisss. Beliau pada awalnya mau ngangkut klita pada percobaan pertama, tapi ada penumpang. Lalu dia muter untuk percobaan kedua, tapi lagi lagi ada penumpang. Nah baru di percobaan ketiga kita ketemu. Rejeki emang ga kemana kok.

Keasikan ngobrol ga kerasa udah sampe kp.rambutan. Disini kita harus berpisah. Ga cuma pisah sama pak Suwadi, tapi juga dengan Ejie, my partner in crime. Nah dari sini barulah gw ngongkos ke Depok dan cuma kena IDR 7rb kp.rambutan-rumah.

Jadiii..total pengeluaran gw untuk transportasi trip Depok-Bandung-Depok adalah IDR 7ribu sajah. Muahahahahahahaha. Pengen??? Yuk mulai packing dan ikut gw dan Ejie hitchhiking.

Syaratnya apa aja?? Gampang kok, syaratnya cuma 3 :
1. Ga boleh malu  dan manja
2. Ga boleh banyak nanya tujuan
 3. Bawa cemilan yang banyak, gw minta nanti.

Ayo terus berjalan kawan, menyusuri bumi dan menemukan keajaiban-keajaiban kecilnya, karena Tuhan menunjukkan banyak keindahan yang tak Ia tunjukkan pada mereka yang menghabiskan umurnya didapur dan tempat tidur.

NB : Ditengah  terjangan berbagai kabar buruk di negeri ini, gw sangat ingin memberikan sebuah cerita tentang indahnya negeri kita, cerita yang bisa membuat kalian (minimal) iri dan tersenyum. Cerita yang bisa membuat kita berkata : aku cinta Indonesia.. :)


Trip now, Think later..

Jumat, 28 Februari 2014

Kalau bisa gratis kenapa harus bayar??



Kawan, pernahkah kalian nyoba mempelajari hal baru dan merasa gagal? Kita harus sepakat bahwa dalam tiap hal pasti ada aja hal baru atau kesempatan pertama. Tapi taukah kalian bahwa kadang ketakutan kita terhadap hal baru kadang lebih besar daripada ukuran sebenernya. 

Sederhananya, kita sering ngerasa takut gagal hanya karena kita belum pernah nyoba atau melakukannya. Inget ga? Pada saat kita kecil, kita nyoba mainan baru seperti naik sepeda roda dua. Sebelum mahir kan kita pasti mengalami jatuh dan jatuh terus dan harus terus mencoba sampai pada suatu ketika kita bisa berteriak HORE!! untuk keberhasilan kita.

Namun tak sedikit dari kita yang memutuskan berhanti karena frustasi mengalami kegagalan terus menerus. Kalau udah sampai titik itu maka kita ga bakal pernah bisa mengendarai sepeda.

Hal yang sebaliknya adalah ketika kita terus nyoba walau harus jatuh dan lecet. Ya, belajar mengendarai sepeda itu seperti mempelajari hal lainnya dalam hidup. Kegagalan kadang datang bertubi tubi. Sampai sampai kita ga inget di percobaan ke berapa kita berhasil menguasainya. Ada yang inget kapan kita berhasil mengendarai sepeda??

Kata orang sih, cara tergampang  untuk melakukan sesuatu adalah dengan melakukannya (yaiayalah!!). Jadi judulnya adalah berani mencoba dan mencoba berani.

Nah tahun 2014 adalah tahun yang mengasyikkan buat gw. Gimana nggak? Di tahun ini gw diberi kesempetan untuk mencoba segala sesuatu yang ga pernah gw pikirkan dan gw lakukan sebelumnya. Mencoba keluar dari sebuah ruang hangat bernama zona nyaman. Dan seperti gw percaya bahwa Tuhan selalu cinta penjelajah bumiNya.


Pada sore hari itu gw sedang dalam perjalanan menuju pasar induk. Yap tujuan gw adalah Bandung dan gw udah bertekad ga akan mengeluarkan duit lebih dari IDR 15rb untuk transport sampe ke Bandung dan hingga kembali lagi ke Jakarta. Perjalanan kali ini gw bersama Ejie dan janjian bertemu di pasar induk. OK perjalanan dimulai.

Saat mau berangkat tiba tiba ada sms dari seorang temen Ejie bernama Wawan yang mau menitipkan kamera ke Ejie. Okelah kita ketemuan di Kelapa Dua. Setelah beberapa saat menunggu datanglah Wawan dan siapa sangka dia mau menawarkan mobilnya untuk ditumpangi ke pasar induk untuk memberi kejutan pada Ejie. Ini tumpangan pertama gw. IDR 0.



Akhirnya gw sampe di pasar induk. Disini kita ditemenin pak Seno yang bertugas sebagai penerima duit ketika ada mobil yang keluar dari pasar induk. Nah disinilah kita menunggu dan mencari mobil berplat D  tujuan Bandung. Ga peduli mobil pribadi , mobil bak maupun truk. Setelah menunggu beberapa saat akhirnya kita melihat sebuah mobil bak berplat D lewat. Ejie langsung sigap menyetop dan mendekati mobil itu. Negosiasipun dilakukan. Akhirnya diketahui si akang menuju Cilenyi dan kita boleh numpang sampe pintu tol terdekat dengan Pasteur.

Di bagian depan mobil bak D 8906 YO itu duduklah kita berempat. Kang Iwa tanpa K sebagai supir, Cecep sebagai co supir, Ejie sebagai makhluk tercantik di mobil ini dan Dude Herlino Gw. Ternyata kang Iwa tanpa K ini asik diajak ngobrol. Dia bercerita tentang kerjaanya sebagai supir sawi, derita gagal panen, tiap hari bolak balik jakarta-bandung buat anter sawi sampai detail harga jual sawi.

Ga kerasa 2 jam udah berlalu dan akhirnya kita sampai di belokan takdir. Lurus menuju Cilenyi dan ke kiri menuju Pasteur. Kita turun disini dan berfoto sejenak sambil berdoa ga ada polisi yang lewat karena memang ada larangan menurunkan penumpang di tol. Puas poto2 maka kita jalan menuju gerbang tol terdekat sambil berharap mendapat tumpangan lagi. Sampai sinipun pengeluaran gw masih IDR 0.


Akhirnya gerbang tol terlihat. Kita bisa keluar di situ....rencananya. Tetapi ternyata itu adalah gerbang tol BAROS..ia BAROS dan bukan PASTEUR..Fakkk!!! Ternyata pasteur masih 4 kilometer lagi!! Yawdah kita memutuskan keluar disana menghubungi temen di Bandung. Mereka awalnya sempet ga percaya ketika gw bilang lagi jalan di pinggir tol. Akhirnya mereka meutuskan jemput kita di gerbang tol Baros. Aaahh..rejeki anak soleh..

ini Ejie

ini Dude Herlino

15 menit..30 menit..45 menit...ini pada belum dateng juga. Poto poto udah, makan snack udah. Akhirnya Optimus Prime terpaksa di keluarin. Lalu kita asik poto poto lagi sampai 30 menit kedepan. Sampai Yudis dan Berta dateng layaknya pangeran berkuda besi yang menembus dinginnya udara malam kota yang pernah menjadi saksi panasnya kota lautan asmara ini.





Tujuan pertama adalah Braga. Disini Guntur, Seli, Haris dan Soca udah nunggu. Sayang kita gabisa ngobrol terlalu lama karena udah malem dan Braga akan dirajia. Oia disini selepas jam 12 malem maka akan ada rajia untuk mengurangi maraknya geng motor yang selalu meresahkan umat.

Setelah berjanji untuk kumpul lagi besok maka gw menuju rumah Yudis untuk nginep dan Ejie ke rumah Seli. Sampai sini tetep pengeluaran gw IDR 0 dan besok kita akan main ke Tahura. Tahura?? Ngapain kita maen ke Tahura?? Jangan kemanamana karena cerita akan gw lanjutin di episode besok.

Trip Hitchhike now, Think later.

Jumat, 24 Januari 2014

Berani mencoba, mencoba berani..



Tuhan cinta backpacker. Gw dan banyak pembawa tas punggung lainnya percaya itu, bahwa Tuhan selalu cinta pada mereka yang menempuh perjalanan, dan bahwa para penyusur bumi ini dari penakluk gunung tinggi sampai penjelajah bawah laut banyak dinaungi keberuntungan.

Sebagai backpacker pemula nan amatir, gw punya banyak cerita-cerita kecil yang menurut gw menakjubkan, yang pasti takkan gw dapat jika misalnya gw menghabiskan hari libur gw dengan menonton tivi seharian. Kawan, menonton tivi terlalu lama itu menghapus keberuntungan-keberuntungan kita untuk mendapati keajaiban-keajaiban kecil diluar sana.

Gw lebih suka menyebutnya rejeki anak soleh. Kenapa anak soleh? Karena gw ngerasa saat gw travelling maka pola hidup gw jauh lebih baik. Gw Insya Allah solat (lebih) tepat waktu dan makan (selalu) tepat waktu. #tsaah

Tapi teori ini bukan tanpa alasan. Biasanya seseorang akan lebih dekat dengan Tuhannya ketika sedang berada jauh diluar zona aman dan nyamannya. Terutama jika berada di dalam bahaya.


Salah satunya adalah ketika gw memutuskan untuk melangkahkan kaki ini kembali ke baduy. Dan Tuhan membalas lelah ini dengan memberikan keluarga baru. Keluarga yang selalu berbagi di saat susah dan senang. Keluarga yang memberi lebih dari sekedar kehangatan di tengah dinginnya malam desa Cibeo. Keluarga yang membuat langkah dan beban terasa ringan. Emm..sebenernya yang bikin ringan sih karena adanya porter sih.

Dan keluarga itu pula yang mengiringi perjalanan gw dalam proses pendewasaan dan pembelajaran diri. Belajar bahwa banyak hal yang bisa kita pelajari yang ga kita dapat dari ruang 3x4 meter yang dipenuhi deretan meja dan kursi. Bahwa banyak hal yang kita bisa pelajari dari senyum, tawa, dan cerita orang sekitar kita. Baik itu penduduk lokal, guide kita bahkan travelmate kita.

Ketika kecil gw gw punya cita cita. Seperti layaknya semua anak kecil di jaman gw kecil, maka mengisi diary teman adalah hal yang wajib. Disitu biasanya ada kolom cita cita. Cita cita gw sederhana. Gw mau jadi tukang burger. Alasannya ada dua. Satu, agar ketika gw laper gw tinggal makan gratis. Dua, agar bisa menarik perhatian gadis manis penggila burger yang duduk di depan kursi gw.  *uhuk*

Cita cita lain gw adalah bisa menjadi Ksatria Baja Hitam seperti gambar diatas. Kenapa? Karena di tiap episode hidupnya ada aja petualangan yang dilakukan. Klo enggak menumpas monster ya berantem sama Bayangan Hitam atau Gorgom. Dan menurut gw itu menakjubkan dan penuh dengan keajaiban. Gw rasa gw hanya satu dari sekian ribu anak kecil yang memimpikan mimpi yang sama.

Lambat laun ketika sang waktu terus mendewasakan dan mengubah pribadi gw, tapi tidak dengan mimpi itu. Di SMP gw memanfaatkan kemalasan temen temen kelas gw untuk jalan ke kantin dan membuka jasa 'penitipan jajan'.

Jadi gini, tiap anak anak tajir yang males jalan bisa nitip ke gw dengan imbalan harga 1 bakwan (sekitar IDR 300). Dan di kelas gw ga hanya 1-2 orang yang pemalas, tapi bisa 8-10 orang dan tiap orang bisa pesen 2-3 bakwan. Karena gw sering beli dalam partai besar maka si ibu kantin sering memberi diskon IDR 50 tiap bakwan. Dari situ akhirnya gw bisa beli trek Tamiya sendiri. Dan tiap anak yang mau maen harus bayar IDR 1000.*otak dagang*

10 Tahun berlalu. Mimpi gw masih sama, ingin membuka usaha sendiri. Bokap pernah ngajarin sebaik baiknya manusia adalah yang berguna bagi yang lain. Nah, berdasarkan hal itu dan berdasarkan fakta bahwa gw pemalas maka gw...eh, kok malah bahas tentang gw sih??

Kembali ke topik semula. Jadi keajaiban itu kadang ga datang dengan sendirinya sob! Tetapi keajaiban itu akan terasa berkali lipat nikmatnya ketika kita harus keluar dari zona nyaman kita dan berjalan serta menyaksikan sendiri kejaiban itu terjadi. Percaya deh Tuhan itu punya cara yang unik dan ga kita duga untuk menunjukan keajaibannya. Ga pernah kurang, ga pernah lebih, tapi pas.


Buat gw, taun 2013 adalah tahun yang luar biasa. Di tahun ini gw diberi kesehatan jiwa, raga dan dompet untuk menjelajahi bumiNya. Di tahun ini gw bisa mengunjungi toraja, makassar, manado, gorontalo, togean, ampana, poso, medan, toba, banda aceh, weh, kuta, bima, bajo, komodo, kelimutu, pacitan, trowulan, malang, surabaya, pahawang, Jakarta Treasure Track 1 dan 2, krakatau, bandar lampung, jogjakarta..dan ditutup dengan hitchhikeran ke gunung parang di taun baru.

Di taun ini pula gw bisa merasakan nikmatnya kapal penjara Tilongkabila (KALIAN HARUS COBA NAIK!!!), dinginnya lantai peron stasiun, sunyinya hutan di Weh, horornya kamar di Samosir, ribetnya bikin event Jakarta Treasure Track dan harunya mengurangi jatah hidup di Panti asuhan Titian Ilmu (ah betapa gw kangen kalian).

Tapi tentu saja itu semua bukan tanpa pengorbanan. Ketika kita ingin keluar dari zona nyaman kita. Sistem otak kita yang bernama Amygdala akan memerintahkan kita untuk tetap di zona nyaman. Kita akan dibuat resah akan bayangan jika gagal, jika ga berhasil, jika ga sesuai harapan dan jika jika yang lain. Tapi hey, bukankah hidup sendiri penuh dengan resiko?? Tau darimana kita akan gagal jika mencoba saja kita ga mau?? Kita ga akan tau sebelum kita mencoba.



Bahkan Thomas Alpha Edison saja harus mengalami ratusan kegagalan sebelum menemukan bohlam. J.K Rowling harus mengalami puluhan penolakan naskah sebelum ada penerbit yang mau menerbitkan Harry Potter. Nah klo travelling itu kita ga harus mencoba puluhan kali kok. Cukup punya kaki yang akan melangkah lebih jauh dan tekad yang lebih kuat dari baja.

Percaya deh, dari pengalaman yang ada temen temen selalu nanya ada trip kemana besok. Tapi giliran diajakin pasti ada aja alesannya. 'Sorry ada kerjaan kantor'. 'Sorry mau anter pacar ke dokter kandungan'. 'Sorry nenek gw lahiran'. Dan banyak lagi alesan lainnya. Tapi kebanyakan mereka gabisa ninggalin kerjaannya. Hello!!! You can always make money, but you can not always make a memory guys!!

Udah ah kayaknya udah kebanyakan..Yang ingin gw katakan adalah jangan pernah takut untuk bermimpi dan mencaoba karena dengan mencoba maka lo telah membuka  1 jalan yang akan menuntun lo menuju jalan jalan lain dan Tuhan akan menuntun lo dengan caranya yang 'ajaib'.

Trip now, Think later


Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...